Sore itu, tepat pukul empat lewat tiga puluh. Naomi baru saja mematikan komputer ketika ponselnya bergetar. Vino memberi tahu dia sudahada di dekat lobby.Begitu Naomi masuk ke dalam mobil, Vino hanya melirik sekilas. "Capek?"Naomi mengangguk. "Sedikit.""Hm."Hanya itu. Tidak ada candaan. Tidak ada obrolan tentang makan malam. Tidak ada cerita tentang pekerjaan seperti biasanya. Sepanjang perjalanan, radio bahkan dimatikan.Naomi sempat melirik kakaknya beberapa kali. Ekspresi Vino sulit ditebak. Tenang. Terlalu tenang. Dan justru itu membuat Naomi mulai gelisah.Sesampainya di rumah, Naomi langsung melepaskan sepatu dan berjalan menuju ruang keluarga. Baru saja ia hendak duduk, suara Vino menghentikannya."Nona."Naomi menoleh."Kita bicara sebentar." Nada suaranya datar.Tidak tinggi. Namun cukup membuat Naomi mengerti bahwa pembicaraan ini bukan sesuatu yang ringan. Naomi mengangguk pelan."
Leer más