Sebastian membatu. Otot lengannya yang semula melingkar hangat kini mengeras bak baja, berubah dari dekapan protektif menjadi cengkeraman kaku yang menyakitkan. Ia menunduk, menatap puncak kepala Isabella dengan kilat mata yang mengerikan—sebuah perang batin antara sisa-sisa cinta dan kebencian yang mendidih secara instan.Isabella tersentak dalam isaknya. Ia merasakan suhu tubuh Sebastian anjlok, berubah menjadi sedingin es yang siap menghimpitnya."Sebastian? Kau menyakitiku..." bisik Isabella, mendongak dengan mata sembap mencari kepastian.Tanpa sepatah kata, Sebastian melepaskan dekapannya. Ia membiarkan Isabella berdiri goyah sendirian di tengah koridor rumah sakit yang remang. Dengan gerakan kasar, ia menyambar liontin giok dari jemari istrinya, membaliknya, dan menatap simbol itu dengan intensitas yang sanggup membakar."Simbol ini..." suara Sebastian rendah, parau seperti geraman binatang buas yang terluka. "Ini bukan sekadar perhiasan, Bella. Ini adalah The Jade Serpent. Lam
Last Updated : 2026-05-01 Read more