“Ibu sudah salah paham,” kata Alena, mencoba ramah meski firasatnya mulai tidak enak. “Oh ya. Lagi apa di sini?”"Ini... lagi ambil tumbler keponakan yang ketinggalan di kelas PAUD," wanita itu mengangkat botol minum yang ada di genggamannya, tapi matanya tetap menyelidik ke arah Tommy. "Mbak Alena sendiri... ngapain di sini? Sama... siapa ini? Kok akrab banget?""Oh. Ini teman kuliah saya. Kami sedang ada urusan profesional dengan yayasan," jawab Alena tegas. Wanita itu tertawa kecil, tipe tawa yang tidak sampai ke mata. "Oh, profesional ya? Tapi kok sampai ke taman belakang segala? Pak Aziz tahu Mbak di sini sama laki-laki lain? Wah, kalau saya jadi Pak Aziz sih, saya bakal kaget ya. Apalagi Pak Aziz lagi pusing banget di kantor sejak... ya, Mbak tahu sendirilah jabatannya gimana sekarang.""Maaf, Mbak," sela Tommy dengan nada tenang namun berwibawa. "Saya rasa in
더 보기