"Jadi, bagaimana, Bu Alena? Kami hanya menjalankan prosedur agar lingkungan ini tetap kondusif. Warga butuh kejelasan, bukan desas-desus," ujar Pak RT sembari membetulkan letak kacamatanya. Suaranya datar, namun tatapannya menghakimi. Di ruang tamu kecil kantor sekretariat RT itu, Alena merasa seperti terdakwa di kursi pesakitan. Di samping Pak RT, dua orang ibu warga sekitar yang tadi menghina Alena di halaman duduk dengan tangan bersedekap, menanti jawaban dengan wajah sinis.Alena menarik napas dalam, mencoba menenangkan debar jantungnya. "Kejelasan seperti apa yang Bapak maksud? Saya sudah menyerahkan KTP dan surat domisili sementara.""KTP saja tidak cukup untuk meredam fitnah, Bu," celetuk Bu Ida, salah satu warga, dengan nada ketus. "Ibu hamil besar, tinggal sendiri di rumah pemberian orang, suami tidak pernah kelihatan. Kami ini lingkungan keluarga baik-baik, jangan sampai ada penyakit ya
더 보기