"Maju lima langkah lagi kalian, Bajingan, dan besi kunci pas sepanjang setengah meter ini beneran melayang meretakkan rahang kalian!" bentak Slamet menggelegar dari tengah pelataran depo empat. Sepatu taktis berdebu milik Slamet mencengkeram tanah berkerikil kaku, memosisikan raga tua berototnya bagai benteng semen cor tak tergoyahkan. Dua puluh preman sewaan Sektor Selatan serba hitam bergerak melingkar beringas, mengayunkan balok kayu berlapis paku dan pipa besi. "Waduhhh… te-te-tetapi Kang Slamet, mereka beneran rombongan preman bayaran dua puluh orang!" jerit Juna agak gagap panik dari balik ban Fuso. "Abaikan jumlah mereka, Juna! Selama raga supir tua ini bernapas, dilarang ada satu bajingan pun yang melewati jalur evakuasi Arya dan Mbak Sonya!" balas Slamet tegap membumi. 'Supir tua ini memang cuma pegang kunci pas, tapi selama raga saya bernapas, dilarang ada bajing
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-08 อ่านเพิ่มเติม