Belum sempat Arya menyeret Helena keluar dari hotel, ponsel kerjanya mendadak berdering sangat kencang dan kasar. Rahmat, kepala operasional pangkalan Bakauheni, menelepon dengan suara terengah-engah dan penuh kepanikan. "Pak Arya! Darurat, Pak! Lahan pangkalan baru diserang belasan orang tidak dikenal!" teriak Rahmat dari ujung telepon. "Apa?! Bagaimana kondisi supir dan alat berat di sana, Pak Rahmat?!" tanya Arya membelalakkan matanya. "Mereka bawa balok kayu dan linggis, Pak! Kaca ekskavator kita dipukul hancur!" lapor Rahmat histeris. Arya mendorong pintu kamar Helena hingga tertutup rapat, lalu berlari cepat menyusuri lorong menuju area parkir. Helena yang menyaksikan Arya berlari buru-buru hanya bisa tersenyum sinis dari balik jendela kamarnya. "Matilah kamu malam ini, Arya! Lahan itu tidak akan pernah bisa beroperasi!" desis Helen
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-01 อ่านเพิ่มเติม