"Angkat kepalamu dari karpet itu, Nona Muda, saya dilarang butuh air mata buaya dari wanita yang tadi pagi mencoba merayu supir pribadi saya!" gertak Sonya Baskoro dingin seraya berdiri anggun di balik meja kerjanya. Suasana ruang kerja direksi pangkalan Marunda Fast Jakarta mendadak hening membeku, diselimuti aroma wibawa sang Ratu Besi yang tak tertandingi. Nona Muda Sektor Selatan bersujud bertumpu pada kedua lututnya di atas karpet marmer, meletakkan map segel merah di depan ujung sepatu hak tinggi Sonya. Gaun beludru merah yang tadi pagi dipakainya dengan angkuh kini tampak kusut berdebu, mencerminkan kehancuran total martabat keluarganya. "Waduhhh… te-te-tetapi Mbak Sonya, cewek sombong itu beneran nangis sesenggukan kek anak kehilangan balon!" bisik Juna agak gagap panik dari balik pintu kaca. "Tutup mulut konyolmu dan biarkan Mbak Sonya menuntaskan urusan penyeraha
Last Updated : 2026-08-16 Read more