Sinar matahari pagi menembus celah gorden, menyapu wajah mulus Sonya yang masih terkulai lemas di balik selimut tebal. Arya melangkah masuk ke kamar utama membawa nampan kayu berisi dua mangkuk bubur ayam hangat dan segelas susu hamil. "Selamat pagi, Nyonya Baskoro… Waktunya sarapan di atas tempat tidur," panggil Arya bersuara hangat dan tegap. Sonya mengerjapkan matanya perlahan, mencoba duduk bersandar di kepala ranjang dengan gerakan yang sangat lambat. "Hahhh… Mas Arya… Seluruh badanku serasa remuk, tidak ada tenaga sama sekali," aduh Sonya bersuara manja dan serak. Arya meletakkan nampan di meja nakas, lalu duduk di tepi kasur sambil membelai pipi merah merona istrinya. "Makanya, lain kali jangan sok berani minta penambahan tempo kalau fisik Nyonya belum siap," goda Arya tersenyum tipis. "E-ehmm… Mas Arya
Last Updated : 2026-09-26 Read more