“Daffa, kamu datang! Aku tahu kamu akan datang untukku... Aku tahu kamu tidak akan pernah meninggalkanku!” seru Adeeva Afsheen senang ketika ia dibawa ke ruang kunjungan dan melihat Daffa di seberang kaca.Sebuah senyum lebar terukir di bibir Adeeva dan jantungnya berdebar kencang. Sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan Daffa dan Daffa masih setampan dulu.Mata Adeeva kemudian tertuju pada jari kiri Daffa dan ia melihat cincin kawin emas putih di jari pria itu. Kilatan kecemburuan yang hebat melintas di mata dan pikiran Adeeva, tetapi ia berusaha memasang senyum palsu di wajahnya.“Aku sudah memaafkanmu walaupun kamu tidak mengunjungiku beberapa minggu terakhir, karena kamu sudah ada di sini hari ini!” kata Adeeva malu-malu sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, “Aku sangat merindukanmu, Daffa...”Daffa mendengus kesal, alisnya berkerut. Ia berkata, “Sepertinya kamu seharusnya berada di rumah sakit jiwa, bukan di ruang tahanan seperti ini. Karena kamu orangnya tidak norm
Dernière mise à jour : 2026-01-12 Read More