"Betul, betul!"Andra menepuk dahinya, "Lihat aku ini, terlalu senang sampai lupa segalanya! Ayah, jangan jalan dulu, aku dan 0bantu Ayah berbaring dan istirahat!""Mi ... minggir!"Yahya dengan susah payah mendorong kedua putranya, matanya menatap tajam ke arah Jimmy, "Aku nggak bisa membalas jasamu yang besar ini, mohon ... terimalah hormatku!"Sambil berkata demikian, Yahya hendak berlutut. Tindakannya itu langsung membuat semua orang terkejut sekaligus panik, sampai lupa untuk menahannya.Jimmy bergerak cepat untuk segera menahan Yahya, lalu berkata sambil bercanda, "Kakek, mau buat aku cepat mati, ya?""Aku ... aku hanya ingin berterima kasih ...." Yahya meneteskan air mata sambil menggenggam tangan Jimmy dengan erat."Bukannya kamu sudah berterima kasih sebelumnya?"Jimmy tersenyum santai, "Sudahlah, berbaring dan istirahat dulu. Kalau ingin pulih sepenuhnya, harus bertahap."Bagaimanapun, Yahya sudah terbaring selama beberapa tahun. Otot-ototnya juga sudah mengalami penyusutan.
더 보기