Langkah sepatu kulit menyusuri lorong berkarpet merah tua yang dijaga ketat. Leonhardt berjalan setengah langkah di belakang Friedrich—cukup dekat untuk disebut bayangan, cukup jauh untuk tidak terlihat sebagai anak yang mengikuti. Friedrich tampak tenang, bahkan nyaris puas. Tapi di balik wajahnya, tak ada jejak kemenangan yang benar-benar hidup. Mereka dibawa memasuki sebuah ruang kecil berpanel kayu tua, bergaya kolonial. Dua pria tanpa insignia berdiri di dekat pintu—netral, dingin, dan terlalu profesional untuk disebut pengawal biasa. Di dalam ruangan itu, tiga orang telah menunggu. Yang pertama, Duta Besar Inggris: Sir Malcolm Hargrove. Jas abu-abu sempurna, saputangan biru muda terlipat terlalu rapi—seperti seseorang yang percaya keteraturan bisa menahan kekacauan. Di sisi lain, Letnan Colbert dari Prancis, duduk santai sambil mengaduk kopi hitam. Aromanya pahit, menusuk udara, seolah sengaja dibiarkan begitu. Dan di sudut ruangan, Ny. Irina Petrovna dari Uni Soviet.
Terakhir Diperbarui : 2025-12-21 Baca selengkapnya