Dari sofa seberang, Adelheid—yang sejak tadi menggulung selimut seperti kepompong—mengangkat kepala. Dengan nada setengah mengantuk namun tetap sarkastik, ia berseru, “Kalau Helena bagian dari hidupmu, dan bukan bagian dari hidupku… lalu aku ini siapa, ya?” Ia mendengus kecil. “Aku harap aku anak Ratu Inggris yang tertukar waktu perang. Itu menjelaskan kenapa aku anggun dan liar sekaligus.” Margarethe terkekeh pelan. Tawa singkat itu terasa seperti udara segar setelah tenggelam terlalu lama—gugup, tipis, tapi cukup untuk mengingatkannya bahwa ia belum sendirian. Namun perhatiannya segera kembali tersedot. Ia meraih buku lain dari tumpukan itu—sebuah buku resep tua. Halamannya bergaris, tepinya menguning, beberapa sudutnya bernoda minyak. Buku itu jelas bukan sekadar catatan memasak. Margarethe membalik halaman demi halaman, bukan mencari bahan masakan, melainkan pola. Kode. Dan di antara lipatan halaman yang hampir lepas, ia menemukan sepucuk surat lain. Kertasnya rapuh,
Terakhir Diperbarui : 2025-12-25 Baca selengkapnya