Akhirnya semua orang sudah pulang dan rumah kembali sunyi. Tawa, suara piring beradu, serta obrolan keluarga perlahan menghilang, menyisakan hanya Isla dan Gabriel. Kenyataan kembali menyelimuti mereka seperti selimut yang lembut tetapi berat.Mereka berbaring bersama di tempat tidur, tetapi kantuk tidak juga datang. Mata mereka tetap terbuka, menatap ruangan yang remang-remang, pikiran mereka terlalu penuh untuk beristirahat.Mereka berbicara pelan, tentang masa depan, tentang tanggung jawab, tentang beban yang kini berada di pundak mereka, tentang bagaimana melanjutkan warisan Alfred, pria yang membangun kerajaan yang sekarang berada di pusat kehidupan mereka.Mereka tahu mereka harus melanjutkan apa yang sudah dia mulai.Melindungi keluarga, menjaga mereka tetap bersatu, dan memastikan tidak ada orang jahat yang menghancurkan kedamaian keluarga lagi.Gabriel mengembuskan napas pelan. "Aku tahu aku satu-satunya cucu laki-lakinya, Isla. Tapi sebenarnya, dia memperlakukan kami semua sa
Read more