Sementara itu, di vila milik Ben, suasana romantis yang lain juga sedang berlangsung.Napas Ben keluar dalam hembusan berat. "Ah ... Betsy, ya, seperti itu," gumamnya serak. Tangan besarnya menyelusup ke rambut lembut Betsy, menahan kepalanya dengan lembut. Mulut Betsy bergerak perlahan di penis Ben, membuat Ben semakin tenggelam dalam sensasi yang dia rasakan.Setiap gerakan kecil dari Betsy membuat gelombang kenikmatan menjalar di tubuh Ben. Dadanya naik turun, sementara ketegangan hangat mulai berkumpul di tubuhnya."Kamu memang sangat ahli melakukan ini, Sayang. Kamu benar-benar hebat," kata Ben dengan suara berat. Dia menatap Betsy yang sedang fokus padanya. Tatapan mata Betsy yang sesekali terangkat kepadanya, penuh dengan gairah dan pengabdian. "Nggak ada wanita lain yang pernah membuatku merasa seperti ini."Namun, begitu kata-kata itu keluar, Betsy langsung berhenti.Dia menjauh dengan cepat lalu berdiri perlahan. Dadanya naik turun karena emosi. Ada kilatan sakit hati di mata
Read more