Untuk beberapa saat yang panjang, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara.Gabriel menatap Isla seolah-olah melihatnya dengan cara yang baru. Bukan sebagai istrinya. Bukan sebagai wanita muda yang dulu masuk ke keluarga mereka dengan tenang. Bukan pula sebagai wanita yang perlahan menjadi begitu dekat dengannya.Melainkan sebagai seorang pemimpin. Seorang visioner. Seorang wanita yang membawa semangat Alfred di dalam hatinya.Dia menarik napas perlahan, merasakan sesuatu berubah di dalam dirinya.Kebanggaan, rasa hormat, dan sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang bahkan tidak bisa dia sebutkan."Kamu memang luar biasa," bisiknya, hampir tak terdengar.Isla menundukkan pandangannya dengan sedikit malu, tetapi tekad di wajahnya tidak memudar."Gabriel," katanya pelan. "Aku mau menghidupkan kembali mimpi Kakek. Dan aku butuh dukunganmu, bimbinganmu, juga kekuatanmu.""Tentu saja," jawab Gabriel tanpa ragu. "Kamu punya semua yang kamu butuhkan."Tatapan mereka saling bertaut cukup la
Read more