Keesokan malamnya, Langga menjemput Febi lagi, jelas tentu karena Samuel ingin bertemu dengan Febi. Ia berdiri di depan rumah Febi, ia menatap ke sekeliling yang tampak sederhana. Langga menghela nafasnya kasar. "Pak Langga, saya sudah siap." Seru Febi dari depan pintu, ia sudah mengenakan outfit seadanya. Tadi, ia tidak mau ke rumah pria itu, namun Langga terus memaksa, katanya Samuel tidak mau makan. Febi yang masih di liputi rasa bersalah akhirnya mau. Pun Miko malam ini pergi keluar bersama dengan teman-temannya. Febi membiarkan, karena ia ingin melihat adiknya seperti dulu lagi. "Ayo" Febi menganggukkan kepalanya, ia berjalan di belakang pria itu. Udara malam langsung menyambutnya, angin berhembus pelan, meniup daun-daun di sana. Tidak lama... Mobil Langga berhenti perlahan di halaman rumah besar milik keluarga. Malam sudah sangat larut. Udara terasa dingin setelah hujan turun sejak tadi, sementara lampu-lampu rumah masih menyala hangat dari dalam. Febi turun pelan da
最後更新 : 2026-05-07 閱讀更多