Pagi itu, langit Jakarta masih menyisakan mendung sisa semalam. Di dalam angkot 04 yang pengap dan penuh sesak, Soraya duduk terhimpit di antara ibu-ibu yang membawa keranjang sayur dan anak sekolah yang ribut. Aroma keringat, minyak tawon, dan asap rokok sopir bercampur menjadi satu, membuat perutnya yang belum sarapan terasa mual.Hanya dua belas jam yang lalu, dia duduk di jok kulit mobil sport seharga dua miliar, dikelilingi wangi citrus mahal dan AC dingin. Sekarang, dia kembali ke habitat asalnya. Kembali menjadi rakyat jelata yang harus berebut oksigen di jalanan Depok.Soraya menyeka keringat di dahinya dengan tisu."Kiri, Bang!" teriak Soraya.Dia turun di depan gerbang kampus, membayar ongkos dengan uang receh, lalu berjalan gontai masuk ke area universitas. Dia merasa lelah, kucel, dan kecil. Tapi di sudut hatinya yang paling dalam, ada rasa bangga yang aneh.Ini kaki gue sendiri, batinnya. Gue jalan pake tenaga gue sendiri. Bukan bensin Rian, bukan bensin Subagyo.D
Last Updated : 2025-12-22 Read more