Sinar matahari pagi yang menembus tirai tipis kamar hotel Suite itu terasa menyilaukan, memaksa Soraya membuka matanya yang berat. Kepalanya berdenyut nyeri, efek sisa wine semalam dan kurang tidur. Tubuhnya terasa remuk, seolah tulang-tulangnya baru saja dilepas dan dipasang kembali secara acak.Soraya bergerak pelan, menarik selimut putih tebal untuk menutupi tubuh polosnya. Di sampingnya, sisi kasur sudah kosong. Bantalnya masih lekuk bekas kepala, tapi dingin.Dr. Subagyo sudah bangun.Pria paruh baya itu berdiri di depan cermin besar, sedang mengancingkan kemeja putihnya yang licin. Dia terlihat segar, bugar, dan sangat puas. Wajahnya berseri-seri seperti orang yang baru memenangkan lotre atau baru saja memenangkan ego laki-lakinya."Sudah bangun, Tuan Putri?" sapa Subagyo lewat pantulan cermin. Dia tersenyum lebar sambil memasang dasi."Pagi, Pak," suara Soraya serak."Pagi yang indah," gumam Subagyo. Dia berbalik, berjalan mendekati ranjang, lalu duduk di tepinya. Tangan
Terakhir Diperbarui : 2025-12-25 Baca selengkapnya