Pagi itu, koridor Fakultas Ekonomi terasa lebih dingin dari biasanya. Soraya berjalan dengan langkah gontai menuju ruang kuliah 402. Kakinya yang terbalut flat shoes melangkah pelan, berusaha menyembunyikan rasa nyeri yang masih berdenyut di pangkal pahanya. Semalam, di apartemen mewah Dosen Rian, Soraya belajar satu hal baru: Rian tidak kasar seperti Subagyo, tapi dia memiliki stamina yang menakutkan. Dia tidak berhenti sampai Soraya benar-benar kehabisan tenaga dan suara. Rian memperlakukannya seperti eksperimen sains yang harus diuji batas ketahanannya. "Ya! Tungguin!" Suara Dinda memanggil dari belakang. Soraya berhenti, menarik napas panjang, dan memasang senyum tipis. Dia merapatkan syal sutra di lehernya, syal mahal yang "dipinjamkan" Rian tadi malam karena ada tanda merah baru yang terlalu mencolok di tulang selangkanya. "Pagi, Din," sapa Soraya serak. "Suara lo habis, Ya? Kebanyakan minum es ya pas KKN?" tanya Dinda polos sambil merangkul lengan Soraya. "Eh, btw, i
最終更新日 : 2025-12-12 続きを読む