“Semenarik itu ya muka saya?”Ucapan telak itu menghantam telinga Lena, memecah fokusnya yang sedari tadi sedang asyik memindai pahatan rahang tegas sang dosen.Leena tersentak. Refleks ia menjatuhkan pandangan ke tumpukan kertas di depannya.Sambil pura-pura sibuk membaca deretan analisis data, Leena mendengus, “Dih, Bapak ge-er banget!” Tangan Leena membolak-balikan kertas dengan gerakan cepat yang nampak kikuk, berusaha menyembunyikan rona merah yang mulai merambat ke pipi.Sambil menunduk, dengan suara yang sangat pelan, Leena bergumam, “Abisnya kelihatan lebih manusiawi kalau lagi serius doang.”Dengusan pelan lolos dari bibir Zayn, seolah pria itu mendengar ejekan halus Leena. Namun, tangan pria dingin itu malah bergerak pelan menggeser secangkir coklat panas yang masih mengepul ke arah Leena.Dengan nada datar yang tetap saja terdengar menyebalkan bagi Leena, Zayn bilang, “Nih, minum dulu. Biar otaknya nggak konslet karena banyak mikir.”Senyum tipis tersungging di wajah Leen
Last Updated : 2026-02-19 Read more