Pagi ini datang dengan tenang. Langit Bali masih bersih, matahari baru naik perlahan dan menyinari halaman villa dengan cahaya lembut yang hangat. Sisa-sisa dekorasi semalam masih terlihat, beberapa bunga mulai layu, namun justru menambah kesan bahwa malam yang indah benar-benar telah terjadi. Di depan villa, sebuah mobil sudah terparkir rapi. Andrew dan Bricia berdiri di sampingnya, keduanya tampil lebih santai dibanding malam sebelumnya. Bricia mengenakan dress ringan dengan rambut yang dibiarkan terurai alami, sementara Andrew terlihat sederhana namun tetap rapi seperti biasa. Di hadapan mereka, Eric, Louisa, Feli, dan Harry berdiri untuk mengantar kepergian keduanya. “Buru-buru banget sih perginya,” gumam Feli sambil melipat tangan di depan dada, meski jelas raut wajahnya tak benar-benar kesal. “Biar nggak diganggu sama kalian,” sahut Andrew diiringi tawa kecil. “Enak aja,” timpal Feli cepat. “Siapa juga yang suka ganggu.” Semua tertawa kecil. Suasana hangat itu perlahan
Read more