Sentuhan di ujung jariku rasanya dingin, dan agak lengket.Kenapa tangan kang Hamzah lengket begini, ya?“Mi.. cuci tangan.”Suara kecil itu membuyarkan lamunanku, dan saat kutengok ke bawah, ternyata yang memegang tanganku bukanlah kang Hamzah, melainkan anakku sendiri!Upsss, malunya bukan main. Aku tadi sampai mengira jika kang Hamzah sedang menggodaku, karena kebetulan sekali aku dan dia sedang bicara dengan akrab satu sama lain, juga momen saling menatap itu.Aargh sudahlah!“Yuk sini, kita cuci tangan.. memangnya Hafsah habis makan apa?” tanyaku, sambil menuntun anakku ke arah keran yang terletak di dekat pagar.“Coklat,” sahut Hafsah sambil menunjukkan tangannya yang lain dan sama kotornya.Alea pun ikut mendekat, aku membantu keduanya mencuci tangan, memberikan sabun, dan mencontohkan gerakan mencuci tangan dengan baik. Keduanya menurut, mencuci tangan sambil tertawa-tawa, apalagi ketika tangan mereka berbusa banyak.Setelah selesai mencuci tangan, mereka berdua kembali asyi
Dernière mise à jour : 2025-12-29 Read More