Malam yang sangat hening di rumah, setelah badai amarah Helmi mereda dan kepergiannya yang menyedihkan, menyisakan penyesalan yang terasa dalam.Eva duduk di samping tempat tidur, di mana Hafsah sudah terlelap, ditemani oleh ibunya yang terus mengusap punggungnya.Namun, pikiran Eva tidak berada di sana. Pikirannya terseret jauh ke belakang, ke masa bertahun-tahun yang lalu, saat pengkhianatan suaminya belum pernah menyentuh hidup.Saat itu, dunia Eva hanyalah seputar memasak untuk menyediakan menu murah bagi para mahasiswa, dan deretan buku-buku tebal yang tak mampu ia beli.Di mata Eva yang berusia dua puluh tahun, Hamzah adalah sebuah anomali.Sebagai mahasiswi "bayangan" yang hanya bisa belajar dari balik meja kasir kantin, Eva selalu memperhatikan pria itu.Hamzah adalah mahasiswa teknik yang pendiam, namun auranya begitu kuat. Dia selalu datang ke kantin pada jam-jam sepi, memesan teh manis hangat, lalu tenggelam dalam buku-buku kalkulus atau struktur bangunan.Eva tidak bisa be
Dernière mise à jour : 2026-01-11 Read More