Di teras depan rumah yang tenang, di dekat kolam ikan di mana Hafsah tercebur kemarin siang. Aku duduk terdiam.Di sampingku, ada segelas kopi yang sudah dingin di dalam cangkir. Mataku tak lepas dari dua bocah kecil yang sedang duduk beralaskan karpet tipis di atas rumput.Azalea, putriku, tampak sangat antusias menunjukkan koleksi masak-masakannya. Di sampingnya, Hafsah duduk diam. Sesekali tangannya bergerak memegang sendok mainan, tapi tatapannya seringkali kosong."Hafsah, kita mamah-mamahan yuk?""Hafsah!" panggil Alea lagi, dia menggoyangkan lengan kawan barunya itu. Barulah Hafsah bergerak, "apa Alea?""Ayo mamah-mamahan, kamu mau jadi mamah apa anak?"Hafsah terdiam sejenak, "mau jadi anak bayi aja."Dia lantas membaringkan tubuhnya di atas karpet, diam tak bergerak. Alea merasakan perbedaan pada Hafsah, dia melirikku sebentar, "nggak apa-apa, Hafsah lagi capek.. Alea urusin aja, kan Alea mamahnya, ya?"Anakku mengangguk, dan dia asyik menjadi ibu untuk Hafsah. Memberinya dot
Dernière mise à jour : 2026-01-06 Read More