“Iya, kita pulang ke sini.”“Yah,” Keyla membuang napas berat.“Padahal enak pulang ke rumah nenek. Di sana bisa sama-sama Mama dan Papa. Ada Kak Aqilah, juga ada nenek. Keyla suka di sana. Kita ke sana aja yuk, Mah.” Merengek sambil menarik-narik lengan mamanya, khas kelakuan anak kecil jika sedang meminta sesuatu.Aleya menggeleng. “Nanti. Nanti saat akhir pekan seperti biasanya, Keyla main ke sana lagi.”“Sama Mama ya,” ajaknya. “Keyla senang kalau tinggal sama Mama dan Papa. Bisa main bareng rame-rame. Dan bisa tidur bertiga kayak semalam.”Aleya menggeleng. “Sepertinya nanti, hanya Keyla sendiri yang akan ke sana.”“Loh, kok gitu?”“Biasanya kan begitu.”“Tapi enakan sama Mama kayak kemarin. Kak Nisa bilang, dia akan di rumah nenek seminggu, kenapa kita nggak seminggu juga sih, Mah?”“Kan Keyla harus sekolah.”Keyla menunduk dengan wajah sendu. Sebenarnya dia masih ingin berada di rumah neneknya kayak kemarin. Di sana ramai, nggak kayak di sini, sepi.“Ya sudah, kita turun dulu y
Last Updated : 2025-12-25 Read more