"Terimakasih, Bang," ujar Aleya setelah sampai di depan pintu restoran. Meski dia sudah menolak dengan alasan tak mau merepotkan, Evan tetap memaksa mengantar."Sama-sama, Al." Evan membungkuk di depan Keyla, mengacak pelan rambut anak itu sambil tersenyum. "Inget Girl, lain kali, gak boleh jauh-jauh kalau main. Kamu gak mau kan, bikin Mama sedih?" Dia mendongak, menatap Aleya sekilas lalu kembali menatap Keyla."Hem," bocah itu mengangguk faham. "Iya. Keyla gak akan main jauh-jauh lagi. Keyla sayang Mama." Dia meraih tangan mamanya, menggenggam erat sambil menatap dengan sorot mata penuh cinta."Mama juga sayang, Keyla." Aleya menunduk, mencium puncak kepala putrinya beberapa kali.Sebenarnya Evan sangat penasaran tentang orang yang bersama Keyla tadi. Sikap Aleya tadi terbilang tidak biasa. Dia yakin ada sesuatu. Namun untuk bertanya, rasanya kurang tepat karena saat ini ada Keyla."Aku balik dulu, Al," pamitnya. "Girl, Om balik dulu." Mengangkat telapak tangan ke hadapan Keyla lalu
Última actualización : 2025-12-16 Leer más