Aqilah langsung mendelik kesal. Saat ini, dia sedang tidak ingin becanda. Sedang di kejar waktu. Dia mulai mengotak-atik ponsel yang sejak tadi dia pegang. Menelepon Sita. "Telepon siapa, Mbak? Jangan telepon polisi, saya bukan maling." "Berisik," bentak Aqilah yang sedang kesal karena pangggilannya tidak segera dijawab oleh Sita. "Busyet, galak amat," gerutu Bian pelan. "Pantesan gak laku-laku, orang kayak singa." "Singa?" ternyata Aqilah mendengar sedikit gumaman Bian. "Kamu nga_" "Bukan," Bian menggeleng kuat. "I-itu tadi ada singa lewat," dia menunjuk jalan. "Singa lewat!" Aqilah melotot. Ditengah kota ada singa lewat? "Bu-bukan," ralat Bian. "I-itu, ada orang lewat." Dia merutuku diri sendiri yang gugup di depan cewek cantik. Padahal cewek di depannya ini target sasaran, bisa-bisanya bukan meninggalkan kesan baik, dia malah bikin ilfeel. "Orang. Iya, orang. Bukan singa, cuma rambutnya kayak singa." "Huft," Aqilah membuang nafas kasar. "Hallo, Sit," ucapnya cepat saat sa
Zuletzt aktualisiert : 2025-12-28 Mehr lesen