Aku menatap Felicia dengan takjub. Tak disangka, setelah semua yang terjadi, dia justru membela Trinity."Jadi begitu? Kamu harusnya panggil petugas keamanan saja. Wanita itu nggak mungkin bisa main culik sembarangan karena kita lagi di mal. Petugas keamanan ada di mana-mana. Kalau lain kali ada kejadian seperti ini lagi, jangan langsung berkelahi. Bisa-bisa yang kamu dapat bukan cuma luka lecet seperti ini," kata Papa."Aku lupa, Pa. Maaf. Aku benar-benar emosi. Sylvia itu sombong sekali! Apalagi putrinya, Bonnie. Aku benar-benar kesal. Mulutnya pun bau banget!" jawab Felicia.Aku tak bisa menahan senyum.Mama dan Papa saling memandang, sementara Trinity tertawa terbahak-bahak."Kamu juga menyadarinya?" tanyanya.Felicia langsung mengangguk."Sepupumu itu memang nggak pernah sikat gigi, ya?" tanyanya.Trinity kembali tertawa sebelum menjawab, "Bukan. Gusinya memang bermasalah. Dia takut periksa ke dokter gigi, makanya napasnya bau kayak selokan!"Felicia ikut tertawa mendengarnya. Aku
Read more