Saat tiba di kantor, aku langsung menghubungi penyelidik untuk mencari keluarga kandung Felicia.Aku ingin mengabulkan permintaan Felicia. Aku tidak peduli apa pun yang akan dipikirkan keluargaku kalau suatu hari nanti mereka mengetahui hal itu.Aku baru saja mengakhiri panggilan ketika pintu kantorku tiba-tiba terbuka. Sontak, aku merasa terkejut. Padahal aku sudah menegaskan kepada semua karyawanku, terutama sekretarisku, agar tidak mengizinkan siapa pun masuk tanpa seizin dariku."Kita harus bicara," kata Marcie terus terang.Aku menatapnya tajam."Kamu dokter, 'kan? Seorang profesional. Apa di sekolah atau di rumah nggak pernah diajarkan untuk mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan yang bukan milikmu?" kataku dengan nada kesal.Dia hanya menatapku dengan sinis, lalu duduk di kursi di seberang meja kerjaku."Kita harus segera menikah." Alih-alih menjawab pertanyaanku, dia langsung membahas hal itu.Menikah? Dia sedang bercanda? Bukankah selama ini dia juga menentang perjodohan ini?
Read more