“Permisi,” ucap seorang perempuan yang langsung menarik perhatian Lily.Dia sedang bersantai di ranjangnya, sementara Dewa sudah kembali ke kantor untuk mengerjakan pekerjaannya seperti biasa. Lily segera turun dari ranjang, mengambil cardingan lengan panjang untuk menutupi tubuhnya yang memang hanya dibalut dengan daster tipis.“Ya, ada apa, Mbak?” tanya Lily saat dia sudah membuka pintu, dan menemukan seorang wanita yang sepertinya petugas resort yang membawa satu buket besar bunga mawar putih.“Selamat pagi, Bu. Saya mau mengantarkan pesanan bunga untuk Ibu. Ini benar dengan Ibu Lily, kan?”“Ah, ya. Benar, saya Lily.”“Ini bunganya, Bu,” Wanita itu menyerahkan buket bunga yang dia bawa ke Lily. Walaupun dia masih bingung, Lily pun menerimanya.“Terima kasih, Mbak.” Lily berterima kasih, dengan mata yang tertuju pada buket bunga itu.Lily masih memikirkan tentang siapa yang mengirimkan bunga padanya. Soalnya, selama dua tahun menikah, Dewa tidak pernah membawakannya bunga. Kecuali u
Read more