Tidak mau terlalu larut dalam pikiraannya, Dewa segera menghubungi Lily via telepon. Dia ingin tahu, apa kegiatan wanita kesayangannya itu sekarang.“Mas Dewa Sayang ... Ih, padahal Lily mau telpon, loh. Kok malah Mas yang telepon duluan, sih?” Lily merajuk manja.Mendengar suara Lily saja langsung membuat perasaan Dewa jauh lebih baik. Wajah Dewa yang semula datar kini dihiasi sebuah senyuman. Lily memang sebesar itu efeknya untuk kehidupan Dewa.“Kamu kalah cepet, Sayang. Aku kangen banget sama kamu, Ly. Rasanya aku pengen peluk kamu sekarang. Peluk yang lama dan erat.”Itu bukan hanya sebuah kalimat rayuan, Dewa memang benar-benar merindukan Lily-nya. Dia rasa pelukan dengan wanita itu mampu menyingkirkan semua kepenatan yang sekarang tengah merongrongnya.“Kalau kangen, pulang, dong. Biar bisa langsung peluk lily-nya. Lily juga kangen banget sama Mas Dewa, pengen peluk, pengen cium juga.”“Maunya begitu, Sayang. Tapi kerjaan di kantor lagi banyak-banyaknya. Nggak mungkin aku tingg
Last Updated : 2025-12-13 Read more