"Udah, Ayah. Jangan kayak gini. Cepat bangun," pinta Amelia, merasa tak nyaman melihat pria itu sampai berlutut.Tapi Alan tak mengindahkan permintaannya. "Ayah nggak bakal bangun kalau kamu belum maafin Ayah."Amelia menarik napas panjang, sedikit lelah. Dia malu, ada beberapa orang yang lewat dan sekilas memperhatikan."Iya, iya. Aku maafin. Sekarang cepet bangun. Malu diliat orang," desis Amelia, mau tak mau menuruti perkataannya, meski dalam hati tak sejalan.Akhirnya, Alan bangkit dan berdiri tegap. Wajahnya sedikit berbinar, seolah merasa lega."Ayah, nggak nyangka kamu bisa bayarin semua hutang sebanyak itu. Tapi ternyata sekarang Melisa sendiri yang bisnisnya jatuh."Amelia memutar bola matanya, malas mendengar semua ocehan tak berguna itu."Ya, ya. Terserah. Maksud Ayah ngomong gitu sekarang apa?"Alan menelan ludah, lalu memaksakan senyuman. "Ayah, bangga sama kamu.""Aku nggak butuh rasa bangga dari Ayah, nggak peduli. Tujuan Ayah datengin aku mau ngapain lagi?" sahut Ameli
Last Updated : 2026-01-26 Read more