"Om, jawab dong!" desaknya, tidak mau menyerah."Gimana kalau kamu tinggal di rumahku aja?" Kayden malah membalikkan pertanyaan, tawarannya datang tiba-tiba."Hah?" Amelia mengernyit. Wajahnya penuh kebingungan."Dari pada kamu bolak-balik tiap hari, pagi datang, malam pulang. Kamu kan tinggal sendiri, kan?" Kayden menjelaskan dengan tenang.Amelia mengerjap beberapa kali. Refleks, kedua tangannya disilangkan di depan dada, pose defensif. "Om mau apa-apain aku, ya?" tanyanya penuh curiga.Kayden menghela napas pelan. "Aku kan pergi dinas, Amel. Kamu sekalian bisa nemenin Karina juga."Amelia baru teringat. "Oh, iya ya.""Gimana? Mau, kan?" tanya Kayden sekali lagi. Lalu sedikit memancing, "Terserah sih, kalau kamu mau ikut aku dinas, ayo."Amelia langsung mendelik. "Nggak! Mending diem di rumah," jawabnya tegas, tanpa kompromi.Kayden mengangguk, ekspresinya puas. Seolah itulah jawaban yang diharapkannya.Amelia memalingkan wajahnya ke luar jendela mobil. Perasaannya sedikit aneh,
최신 업데이트 : 2025-12-04 더 보기