'Kenapa, ya? Apa ada masalah sama Ayahnya?' pikir Karina, mencoba menebak-nebak.Dari yang Karina tahu, Amelia menginap semalam di rumah Ayahnya sendiri. Namun, ragu untuk langsung menanyakannya.Beberapa saat kemudian, setelah menangis cukup lama, Amelia akhirnya melepaskan pelukan itu. Napasnya masih terengah sesekali, tetapi mulai tenang. Amelia mengusap wajahnya dengan punggung tangan. Menghapus sisa-sisa air mata dan kemerahan di pipinya.“Rin. Aku laper. Makan di luar, yuk,” ajaknya tiba-tiba.Karina mengerjapkan mata, heran. 'Abis nangis langsung makan? Emang agak aneh nih anak,' gumamnya dalam hati, tak habis pikir. Namun, meski begitu, Karina tetap mengangguk. Memahami bahwa mungkin ini cara Amelia untuk mengalihkan perhatian.“Ayo. Aku juga nunggu kamu dateng biar makan bareng,” balas Karina.Amelia perlahan menyunggingkan senyuman tipis. Akhirnya dia bangkit dari sofa. “Kalau gitu sekarang aku yang traktir.”“Widih. Banyak duitmu sekarang?” tanya Karina tak percaya.Ame
최신 업데이트 : 2025-12-15 더 보기