Dia masih ada di dalam ruang kerjanya, berbincang dengan Sesya tentang beberapa petinggi lain yang terlibat kasus penggelapan uang. Gadis itu yang mendengarnya, cukup pandai memberi tanggapan yang bijak, bukan hanya sekedar ucapan 'sabar' atau 'semuanya pasti segera selesai'.Jas pria itu sudah dilepas, dasinya dilonggarkan. Sekantong lelah menggantung di matanya, tapi belum sempat dia melanjutkan ucapannya kepada gadis itu, pintu diketuk sebentar dan terbuka, menampilkan sosok wanita paruh baya dengan wangi parfum yang segera menyebar ke dalam ruangan itu. Pria itu sempat terkejut dan bingung, beliau datang tanpa pemberitahuan."Ma?" panggil Emas, datar meski mimiknya bingung. Gadis itu yang menoleh, diiringi oleh mama Emas, Elia tersenyum melihat Sesya."Sesya? Kamu ada di sini, Sayang?" kata beliau tersenyum ramah."Iya, Tante. Bahas masalah yang sedang berlangsung. Kabar Tante gimana?" kata Sesya dengan tersenyum manis.Elia tahu maks
Last Updated : 2025-11-22 Read more