Suara bel yang berbunyi keras membuat seorang perempuan yang tengah sibuk menghias wajahnya langsung menoleh ke sumber suara.Senyuman terbit di wajahnya. Ia segera bangkit dari kursi, namun sebelumnya ia membenarkan piyama yang ia kenakan. Memastikan dirinya benar-benar seperti orang sakit.Ia melangkah cepat menuju pintu, begitu dibuka. Senyuman terukir di bibir Elsa begitu melihat sosok Rayden. Laki-laki itu benar-benar datang ke sini. Sesuai keyakinannya, Rayden takkan bisa mengabaikannya dalam waktu yang lama.Elsa langsung memasang raut wajah yang menahan sakit.”Maaf membuat kamu repot datang ke sini, Rayden. Aku sakit jadi…”Perkataan Elsa terjeda begitu seorang perempuan muncul di belakang Rayden. Melihat arah pandang Elsa, Rayden melirik Anya di sampingnya.“Aku lupa memberitahumu, aku datang bersama dia. Kenalkan dia Anya,” ucap Rayden.Anya mengulurkan tangannya, namun tidak di sambut oleh Elsa yang justru menelisik penampilannya dari ujung kaki sampai rambut. Hingga membu
Read more