Rayden dilanda kepanikan yang nyaris tak terkendali. Napasnya memburu, pikirannya kacau. Semua terjadi terlalu cepat, terlalu mendadak, hingga ia tak sempat menyiapkan diri atas tindakan nekat yang Anya lakukan. Situasi ini jelas di luar dugaannya.Di sisi lain, Jumi berdiri terpaku. Tubuhnya kaku, matanya menatap sang majikan yang kehilangan kendali. Rasa takut mencengkeram dadanya, namun anehnya, ada kelegaan kecil yang menyelinap di sela kecemasan itu. Berhari-hari ia dihantui rasa bersalah karna gagal menjalankan perintah Rayden dengan sempurna.Rayden segera menekan layar ponselnya. Ia menghubungi David, berharap bisa segera menemukan Anya. “Ya, Tuan.” Terdengar suara David dari seberang sana.“Kamu cepat ke apartemen sekarang, ada hal penting.”“Maaf, Tuan. Tapi hari ini saya harus menghadiri rapat, untuk menggantikan Anda.” Dengan hati-hati David berucap.“Lupakan dengan rapat itu. Ini lebih penting. Cepat segera ke sini.” Tanpa menerima bantahan apapun, Rayden langsung menu
最終更新日 : 2026-01-03 続きを読む