Anya menunduk, rasa malu dan tak enak hati menyesaki dadanya ketika melihat brankar yang terlihat kotor dan menjijikkan akibat muntah yang tak sempat ia tahan. Cairan itu membasahi sprei dan menodai lantai, membuatnya ingin lenyap seketika. Ia melirik Rayden dengan wajah pucat, namun laki-laki itu tak menunjukkan raut terganggu sedikit pun, meskipun sebelumnya mengomel. Dengan nada tenang, Rayden memanggil petugas rumah sakit yang masih berjaga di malam itu. “Tolong ganti semuanya. Sprei, selimut, bersihkan juga lantainya.” Dua petugas itu segera mengangguk. Salah satunya menarik sprei yang kotor, sementara yang lain berjongkok membersihkan lantai dengan sigap. “Jangan makan terlalu banyak lagi. Lihat sendiri akibatnya. Semua yang kamu makan terbuang percuma,” ucap Rayden dengan nada datar, namun sarat teguran. Anya yang duduk di sofa hanya mampu mengangguk pelan. Pandangannya tertuju ke lantai, bahunya sedikit menegang. Ia tak sanggup membalas, apalagi menatap mata tajam lak
最終更新日 : 2025-12-20 続きを読む