"Jangan menunggu besok, ayo kita berkeliling desa sekarang saja," ujar Juno tiba-tiba sambil meletakkan cangkir tehnya yang sudah kosong. Antusiasme terpancar jelas dari wajahnya. "Mumpung matahari belum terlalu rendah, Vian. Cahayanya sedang bagus-bagusnya untuk melihat pemandangan."Vivian sempat terdiam sejenak, menimbang-nimbang kondisi fisiknya. Namun, melihat binar mata Juno yang begitu bersemangat, ia tidak tega untuk menolak. "Baiklah, ayo. Lagipula, duduk diam terlalu lama juga membuat ototku kaku," sahutnya dengan senyum tipis.Keduanya mulai melangkah meninggalkan area pendopo, melewati gerbang kayu belakang rumah yang langsung terhubung dengan jalan setapak menuju pemukiman warga. Udara sore itu terasa semakin sejuk, menusuk pori-pori kulit namun memberikan sensasi segar yang luar biasa.Sepanjang jalan, mata mereka dimanjakan oleh hamparan sawah yang mulai menguning dan pepohonan rimbun yang memagari jalanan tanah tersebut. Suara serangga sore mulai bersahut-sahutan, m
Last Updated : 2026-01-07 Read more