Keesokan harinya, alarm berbunyi tepat pukul lima pagi. Tidak ada lagi asisten rumah tangga yang mengetuk pintu kamar untuk mengantarkan kopi panas, namun Juno bangun dengan semangat yang jauh lebih besar daripada saat ia masih memimpin Venderbilt Group. Ia segera bersiap, mengenakan kemeja biru muda yang sudah licin disetrika Vivian semalam."Semangat untuk hari pertamamu, Sayang," ucap Vivian sambil merapikan dasi Juno di depan pintu.Juno mengecup dahi istrinya lama. "Terima kasih, Vian. Aku pergi dulu. Jangan terlalu lelah, ingat janjimu untuk istirahat."Dengan motor matic-nya, Juno membelah jalanan pagi yang masih segar. Setibanya di kantor Pak Hendra, ia langsung disambut oleh tumpukan manifes pengiriman dan beberapa sopir truk yang sedang mengopi. Juno tidak merasa risih; ia justru merasa hidup kembali. Ia mulai memetakan rute distribusi, memeriksa stok di gudang yang pengap, hingga berdiskusi panas dengan kepala logistik. Tidak ada ruang AC yang dingin, namun setiap tetes
Last Updated : 2026-01-04 Read more