Fajar menyingsing di ufuk timur, membiaskan cahaya keemasan yang menembus celah gorden kamar Juno dan Vivian. Suasana begitu hening, hanya suara kicauan burung dari taman belakang yang sesekali memecah kesunyian. Vivian menggeliat pelan, merasakan kehangatan yang menjalar dari dekapan tangan Juno yang masih melingkar protektif di pinggangnya.Bagi Vivian, ini adalah pagi pertama dalam beberapa bulan terakhir di mana ia tidak bangun dengan rasa sesak di dada. Ia menoleh sedikit, menatap wajah suaminya yang masih terlelap. Wajah yang biasanya tampak kaku dan penuh otoritas itu kini terlihat begitu rileks. Vivian tersenyum tipis, jemarinya bergerak ragu untuk mengusap kening Juno, seolah takut akan membangunkan mimpi indah pria itu."Selamat pagi, Dunia Baru," bisiknya sangat pelan, hampir tak terdengar.Namun, kedamaian di rumah klasik itu hanyalah sebuah gelembung yang rapuh, sementara di tempat lain, jarum jam seolah berdetak lebih cepat bagi Renata.Di kantor firma hukumnya, Pak
Huling Na-update : 2026-01-16 Magbasa pa