Tangisan Riani semakin menjadi, bahunya bergerak naik turun, menggemakan kesedihan yang terlambat dan penyesalan yang mendalam. Rendra memandanginya, dan di tengah segala amarah dan kekecewaan, ada sesuatu yang lunak tersentuh. Bukan perasaan cinta, tetapi belas kasihan terhadap kehancuran yang mereka alami berdua.“Jangan nangis,” ucap Rendra, suaranya lebih lembut sekarang.Tanpa banyak berpikir, tangannya terulur, dengan gerakan yang lembut, dia mengusap lembut punggung Riani yang menggigil. Sentuhan itu tidak lagi mengandung gairah atau kepemilikan, melainkan sebuah penghiburan dari satu manusia yang terluka kepada manusia lainnya.Riani terkejut dengan sentuhannya, lalu justru menangis lebih keras, seolah semua pertahanannya runtuh. Dia memeluk dirinya sendiri. “Aku salah, Ren. Aku salah banget ... Aku nggak tahu lagi harus gimana …”Pengakuan itu terdengar tulus, datang dari tempat yang paling dalam dan paling rapuh. Rend
最終更新日 : 2026-01-30 続きを読む