"Kau melakukannya tanpa peduli bagaimana kehidupan anak dan istrinya nanti bagaimana, Da Ge."Shen Yuan maju, setiap langkahnya membuat lantai aula dilapisi es. Yanzuo hanya menyeringai, ia menggeser posisi duduknya dengan santai."Mereka berisik, Yuan’er. Padahal takhta ini juga milik ayahku," jawab Yanzuo tanpa perasaan.“Ayah kita.” Tanpa peringatan, Shen Yuan menghentakkan kakinya. Gelombang dingin merambat cepat di lantai, menaiki tangga, hingga mencapai takhta.Dalam sekejap, lapisan es tipis melapisi singgasana sang raja dan mengubur sisa-sisa abu hitam serta menghilangkan bau hangus yang menguar begitu kuatnya.Yanzuo tidak beranjak, ia membiarkan es itu membekukan sekeliling tubuhnya, seolah menikmati sensasi dingin yang meraba tubuhnya."Apa kau sudah gila?" bentak Shen Yuan. Ia menunjuk gundukan abu di sudut ruangan."Mereka adalah prajurit yang bersumpah setia pada negara! Dan kau membakar mereka hanya karena menginginkan takhta, calon kaisar macam apa kau ini, Da Ge?"Nap
Terakhir Diperbarui : 2026-01-15 Baca selengkapnya