Perubahan mendadak warna langit, tidak membuat Yanzuo gentar. Sebaliknya, kegelapan adalah panggung terbaik untuk memamerkan apinya."Lihatlah, Ibunda," ucap Yanzuo dengan lantang. Suaranya menggema di seluruh aula.Ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Dari sepuluh ujung jarinya, meluncur ribuan butir api seukuran kunang-kunang. Bola-bola api kecil itu terbang dengan anggun, berputar-putar di udara seolah mengetahui arahnya sendiri.Para tamu menahan napas. Mereka hanya tahu bahwa api milik Yanzuo sangat berbahaya berdasarkan rumor yang beredar. Namun, hari itu api terasa hangat.Perlahan tapi pasti, ribuan titik api itu mulai menyatu di angkasa. Mereka berbaris, saling menautkan diri, hingga membentuk garis-garis wajah yang sangat ditakuti.Mata yang teduh, hidung yang mancung, dan senyum yang keibuan. Tak butuh waktu lama, sebuah lukisan raksasa yang terbuat dari api murni terbentuk di langit yang gelap.Siluet wajah Permaisuri Wei Lan Yi yang sedang tersenyum. Cahayanya ber
Terakhir Diperbarui : 2026-01-24 Baca selengkapnya