"Minum." Shen Yuan menyodorkan cangkir untuk A Ruo yang masih terbatuk. Wajah gadis itu merah padam, antara tersedak nasi dan syok mendengar titah Permaisuri yang gila."Pelan-pelan, Sayangku. Mati tersedak itu lucu sekali.” Shen Yuan sengaja memanggil sayangku agar para pelayan senior itu tidak curiga dengan sandiwara mereka.Setelah napasnya teratur, A Ruo menatap ke arah pelayan senior berwajah kaku dan agak kotak itu.“Dia mirip tokoh kartun dari Malaysia, Adudu, astagaaah, dunia ini sempit sekali ternyata,” oceh A Ruo tak jelas.“Cepat, Permasuri menunggu,” kata pelayan senior itu dengan wajah kaku."Tunggu, Bibi, maksudku Nyonya Kepala Pelayan." Keringat dingin A Ruo mengucur. "Ini salah paham. Kami anu itu pokoknya anu ....” A Ruo bingung mulai dari mana.“Anu apanya, kalau sudah saling anu seharusnya tidak perlu sampai takut begini. Sudah biasa pangeran meniduri wanita yang dia sukai, dan sudah kewajiban setiap gadis di Dinasti Hanlu mempersembahkan jiwa raganya.” Pelayan seni
Last Updated : 2026-01-18 Read more