“Ye Lin, apa yang terjadi padamu, katakan?” Yanzuo mendesak gadis itu untuk bicara. Lalu matanya yang merah tertuju pada tangan Ye Lin yang dibalut kain, darah merembes dari sana.“Api itu pasti membakarmu.”“Pangeran,” ucap Ye Lin perlahan. “Aku berhasil membawa obatmu.”“Jangan pikirkan aku, kau harus sembuh dulu.” Namun, detik itu juga dada Yanzuo terasa sakit sekali. Ia bahkan roboh tepat di sisi Ye Lin.Tidak ada siapapun yang bisa diandalkan. Untuk memanggil A Ruo yang letak paviliunnya cukup jauh, Ye Lin sudah tidak punya tenaga lagi. Maka ia paksakan diri untuk berdiri.“Tenang saja, aku akan menjagamu, Pangeran, seperti kata Permaisuri.”Ye Lin berdiri dengan sisa tenaganya yang ada. Ia ke dapur mencari panci dari tanah liat dan tungku kecil untuk dibawa ke kamar.Panci itu ia beri air dan masukkan semua obat yang diperlukan. Sejujurnya ia hanya mengira-ngira saja berapa takarannya, asal Yanzuo sadarkan diri dulu dari ketidakberdayaannya.Setelah herbal aneh dan beracun itu p
Terakhir Diperbarui : 2026-02-10 Baca selengkapnya