Bodyguard suruhan Lucky untuk menjaga Bella sudah datang. Sebelum pulang, Laura masuk ke kamar adiknya, mereka sempat membicarakan banyak hal. Sementara itu Lucky dan orang suruhannya itu berdiskusi di ruang tamu. "Makasih, ya, Bella, kamu mau menerima Om Lucky, calon suami kakak. Kakak senang banget." Laura tersenyum sambil membelai anak rambut adiknya, lalu menyelipkan rambut itu dibalik daun telinganya. Kini adik dan kakak itu duduk di pinggir kasur, bicara dari hati ke hati. Laura senang dia punya kesempatan seperti ini dengan adiknya. Bella menatap Laura dengan wajah datar. "Walaupun aku bersikap baik dengan Om Lucky, bukan berarti aku mau baikan sama kakak, ya!" Gadis berusia dua puluh tahun itu lalu menjauh dari kakaknya. Senyum di wajah Laura memudar. Kehangatan di hatinya pun sirna, berganti sakit, perkataan adiknya bagusan terasa begitu menusuk-nusuk. "Kenapa?""Selama kakak belum keluar dari pekerjaan kakak, aku nggak mau baikan sama kakak!" ketus Bella.Laura menghela
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-16 Mehr lesen