"Hmm aku model." Akhirnya Laura menemukan alasan yang pas. Model, ya, perempuan secantik dirinya menjadi model. Memang sudah seharusnya. Orang-orang pasti percaya. Lilac ber'oh' ria. Begitu pun Tante Irma yang menyimak sejak tadi. Model rupanya, pantasan cantik banget. Memang cocok kamu jadi model," puji Tante Irma. Laura tertawa. "Iya, Tante. Hmm Tante Laras mana, ya, aku mau temuin dia dulu." Laura mengalihkan topik pembicaraan. Dia tak kuasa jika lama-lama di sini dia akan ditanya-tanya lebih banyak. "Laras ada di dapur, susulin aja, nggak pa-pa," suruh Tante Irma yang lantas tersenyum saat Laura memandangnya. "Kalau gitu aku ke dalam dulu, ya." Laura pamit dengan semua yang ada di sana. Lantas gadis itu pergi ke dapur. Di dapur ternyata ramai yang membantu memasak. Mereka tampak heboh membicarakan soal bumbu. Laura melihat Laras sedang menata lauk-pauk di atas meja. Juga ada Lucky yang tengah membuka pintu kulkas, mengambil minuman dingin. Melihat Laras, Laura langsung t
Last Updated : 2026-02-05 Read more