"Jangan, Om, jangan! Tolong! Tolong!" Laura menjerit sekuat tenaga, berharap ada orang lewat yang bisa menolongnya. Meskipun rasanya mustahil karena malam terlalu larut. Sejak tadi hanya keheningan yang mengisi tempat ini.Mendengar teriakkan tolong itu, Dion pun berhenti. Dia menatap Laura tidak habis pikir. "Kenapa kamu harus teriak segala, sih, Laura. Seakan-akan saya ini penjahat. Kalau ada yang dengar terus saya digebuk bagaimana?" Laura menatap Dion takut-takut dan sedikit merasa bersalah. Melihat reaksi Dion barusan, perasaannya sedikit lega. "Aku nggak mau, Om. Aku udah mau pulang!" Laura setengah frustrasi. "Buka kunci pintunya, Om, atau aku akan teriak lagi."Pria tua itu menghela napas, tampak menyerah. Dengan tampang kesal dan terpaksa pria itu membuka kunci pintu mobil.Laura menatapnya agak merasa bersalah. "Makasih, Om. Maaf sebelumnya. Aku turun dulu, ya, sekali lagi terima kasih udah ngantarin." Dengan cepat Laura membuka pintu mobil itu dan turun dari sana, berlari-
최신 업데이트 : 2025-12-27 더 보기