Plafon kuning dengan lampu lima watt yang temaram itu menyambut pemandangannya begitu Lucky membuka mata. Dahinya mengernyit menyadari ini bukan di apartemennya. Tempat ini asing. Di mana dia sekarang? Lucky langsung bangun dan saat yang sama dia merintih kesakitan, perutnya masih terasa nyilu sekaligus perih, hingga dia kembali berbaring. "Alhamdulillah, Mas, udah sadar!" Suara seorang wanita berseru. Lucky refleks menoleh ke arah pintu yang rupanya sejak tadi terbuka, di mana seorang wanita paruh baya bertubuh gempal berdiri. Wajahnya tampak semringah melihat Lucky yang sudah bangun. Lucky tahu, wanita itu mungkin yang sudah membawanya ke sini. "Mas, gimana perasaannya sekarang?" tanyanya setelah berjalan mendekati Lucky. "Jangan banyak gerak dulu kalau masih sakit," jelasnya lagi saat melihat Lucky lagi-lagi meringis. "Ibu siapa?" Dalam pembaringannya, Lucky coba bertanya. "Saya Bu Sarinah, yang nolong Mas. Kemarin ada warga yang bawa Mas ke sini, katanya dia lihat Ma
Last Updated : 2026-04-26 Read more